Deputy Director PT Prima Mitra Elektrindo, Mario Samuel : Kami Mengembangkan Solusi EV charging dengan Pilihan Daya yang Sangat Luas

 

Keterangan Foto : Deputy Director PT Prima Mitra Elektrindo, Mario Samuel.


DETIK. ONLINE -  JAKARTA - PT Voksel Electric Tbk terus memperkuat pengembangan bisnis di sektor kabel sekaligus memperluas kiprahnya di industri kendaraan listrik (EV) melalui pengembangan infrastruktur electric vehicle charging (EV charging). Langkah tersebut dinilai sejalan dengan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia yang membutuhkan infrastruktur pengisian daya berkualitas dan beragam.


Deputy Director PT Prima Mitra Elektrindo, Mario Samuel, mengatakan pengembangan EV charging menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Menurutnya, kebutuhan charger semakin beragam, mulai dari segmen ekonomis hingga kelas premium.


“Kami mengembangkan solusi EV charging dengan pilihan daya yang sangat luas, mulai dari sekitar 7 kW hingga lebih dari 300 kW.


Jadi kebutuhannya bisa disesuaikan, baik untuk segmen ekonomis maupun premium,” ungkap Mario Samuel saat ditemui di pameran IEE Series. Energy Weak 2026  di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9/2026).


Menurut Mario, berbagai produk dan solusi EV charging tersebut telah digunakan di sejumlah lokasi, termasuk kawasan apartemen, pusat perbelanjaan, hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Senayan.


Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas ketersediaan infrastruktur pengisian kendaraan listrik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik.

Selain pasar domestik, pengembangan bisnis juga diarahkan ke pasar internasional.


Produk dan solusi perusahaan telah memiliki jejak ekspor ke sejumlah negara, termasuk beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

“Kami juga sudah mulai masuk ke beberapa negara di luar negeri.


Dengan jaringan grup yang semakin luas, kami bisa saling membantu membuka pasar dan memperkuat jaringan bisnis,” kata Mario.

Di sisi lain, bisnis kabel tetap menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan usaha grup.


Portofolio yang dikembangkan mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari kabel transmisi, kabel submarine, kabel building, kabel khusus untuk kebutuhan industri, hingga berbagai solusi kabel untuk sektor energi dan industri.


Menurut Mario, diversifikasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin spesifik. Salah satunya adalah kebutuhan kabel khusus untuk sektor industri dan energi, termasuk proyek-proyek yang membutuhkan spesifikasi teknis tertentu.


“Kami punya banyak perusahaan dan kemampuan teknis yang bisa saling mendukung. Ada pengembangan produk, berbagai jenis kabel, kabel submarine, kabel transmisi, kabel building, sampai kabel khusus. Ini menjadi kekuatan kami untuk melayani kebutuhan pasar,” jelasnya.


Keikutsertaan dalam pameran industri, lanjut Mario, juga menjadi sarana penting untuk memperkuat branding sekaligus memperluas jaringan bisnis.


Pameran EE di JIExpo Kemayoran menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai solusi kepada pelaku industri elektronik, kelistrikan, energi, serta sektor terkait lainnya.


“Kami berharap pameran ini tidak hanya berhenti sampai Sabtu, tetapi bisa menghasilkan peluang bisnis yang berkelanjutan.


Banyak pelaku bisnis elektronik dan kelistrikan yang datang, sehingga menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan produk dan membangun jaringan lebih luas,” tuturnya.


Mario menambahkan, perusahaan optimistis pertumbuhan pasar kabel maupun EV charging akan semakin terbuka seiring berkembangnya kebutuhan infrastruktur energi dan kendaraan listrik di Indonesia.

“Harapannya penjualan semakin lancar dan pasar semakin berkembang.


Kami ingin ikut mendukung perkembangan industri dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” pungkasnya.


Dengan menggabungkan kekuatan di bisnis kabel, solusi kelistrikan, dan pengembangan infrastruktur EV charging, grup perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang semakin besar, baik di pasar Indonesia maupun pasar internasional(red)


0 Komentar