CIBINONG – Ajang pencarian bakat City Mall Rising Stars 2026 resmi berakhir di Cibinong City Mall, Bogor, Minggu (20/9/2026). Dari ratusan peserta yang mengikuti audisi, kompetisi mengerucut menjadi 20 semifinalis dan 12 finalis.
Dua nama akhirnya keluar sebagai Champion, yakni Emmanuella Amira Zavada dan Shannen Dominique Assa. Sementara Tomi Efendi dan Demanuella Pandiangan meraih posisi Runner Up.
Emmanuella juga mendapatkan penghargaan Top Vote berdasarkan dukungan suara publik.
Keduabelas finalis tampil membawakan sejumlah lagu populer, di antaranya Roman Picisan, Sial, Tutur Batin, Sang Dewi, Komang, Takkan Berpaling Darimu, Karna Ku Sanggup, Alamak, dan Ada Titik Titik.
Menariknya, program ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada peserta yang masuk final. Sebanyak 20 semifinalis juga mendapat kesempatan recording bersama, sehingga pengalaman yang diperoleh peserta tetap berlanjut meski tidak semuanya tampil di panggung final.
Karakter Suara Jadi Modal Penting
Master vokal Haris yang terlibat dalam pelatihan peserta mengatakan, ajang seperti ini penting untuk menemukan talenta-talenta yang belum mendapatkan ruang tampil.
“Saya senang sekali karena ternyata banyak sekali penyanyi yang belum kita tahu. Ternyata masih banyak sekali yang belum ditemukan dan belum menunjukkan diri,” ujar Haris.
Menurutnya, menjadi penyanyi profesional membutuhkan proses. Kemampuan vokal harus dibarengi latihan, persiapan teknis, mental panggung, dan kemampuan menemukan karakter suara sendiri.
“Yang paling penting menurut saya adalah dia original. Originalitas dan warna suara itu sangat-sangat penting,” katanya.
Haris juga menyarankan penyanyi muda untuk tidak terlalu sibuk meniru karakter orang lain.
“Lebih baik just to be yourself. Jangan berubah-ubah. Jadi harus pilih karakter yang paling original. Dia nyanyi, itulah suara dia,” ujarnya.
Tohpati: Industri Tidak Hanya Melihat Teknik
Musisi dan gitaris Tohpati menilai kemampuan teknis bukan satu-satunya modal untuk masuk ke industri musik.
“Festival itu hanya ingin melihat penyanyi yang tekniknya tinggi, skill-nya tinggi. Padahal kalau untuk masuk ke dunia industri, yang dilihat adalah karakter suara dan apakah dia bisa membuat lagu itu menjadi lebih baik,” kata Tohpati.
Menurutnya, penyanyi dengan karakter kuat dapat memberikan interpretasi berbeda terhadap sebuah lagu.
“Lagunya mungkin biasa saja, tetapi ketika dia menyanyikannya, lagu itu bisa menjadi lebih bagus,” ujarnya.
Tohpati juga mengingatkan bahwa kemenangan dalam kompetisi bukan akhir dari perjalanan.
“Menang di hari itu belum tentu berarti dia yang terbaik. Terbaiknya di mana?” katanya.
Pongky: Jangan Berhenti Setelah Dapat Piala
Musisi sekaligus penggiat industri musik Pongky Barata berharap para peserta tidak berhenti setelah kompetisi selesai.
“Saya dikabari bahwa ini mencari penyanyi atau rising star. Harapannya, mereka bukan hanya berhenti setelah menerima piala, tetapi benar-benar bisa bertahan di industri musik,” ujar Pongky.
Menurutnya, tantangan setelah kompetisi justru bagaimana seorang penyanyi mampu mendapatkan perhatian dan diterima pendengar.
“Kalau di dunia umum, dia harus memenangkan hati pendengar,” katanya.
Pongky juga menilai lagu yang tepat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga perjalanan karier seorang penyanyi. Bahkan, penyanyi tidak selalu harus membawakan lagu ciptaan sendiri.
“Dia bisa menyanyikan lagu orang lain, tetapi membawakannya dengan keren,” ujarnya.
Media Sosial Buka Jalur Baru
Perkembangan media sosial turut mengubah cara penyanyi baru membangun karier. Menurut Tohpati, penyanyi kini memiliki kesempatan memperkenalkan kemampuan melalui berbagai platform digital.
“Kalau dulu untuk muncul harus lewat festival, sekarang orang bisa muncul dengan meng-upload karya atau cover di TikTok. Kalau bagus, ujung-ujungnya bisa muncul sendiri,” katanya.
Meski begitu, keberadaan kompetisi tetap dinilai penting sebagai ruang latihan dan pencarian talenta.
Pongky menyebut ekosistem seperti ini perlu terus berjalan agar semakin banyak talenta baru mendapatkan kesempatan.
“Pergerakan kecil ini tidak boleh berhenti. Memang harus terus berjalan,” ujarnya.
Kesempatan Membuat Karya
Helena Idol juga melihat kompetisi sebagai ruang belajar bagi penyanyi muda, terutama mereka yang belum memiliki banyak pengalaman tampil.
“Acara seperti ini menjadi wadah buat kita berekspresi dan berani tampil. Kalau sudah masuk ke industri musik, itu lebih ganas. Jadi, acara seperti ini sebenarnya bisa menjadi semacam pelatihan,” ujarnya.
Ia berharap pencarian bakat serupa dapat menjangkau lebih banyak daerah sehingga semakin banyak talenta memiliki kesempatan tampil.
Sementara itu, salah satu daya tarik City Mall Rising Stars 2026 adalah kesempatan bagi pemenang untuk mendapatkan uang tunai sekaligus exclusive single recording.
Haris mengatakan pemenang diharapkan tidak berhenti pada kemenangan di panggung.
“Pemenangnya akan kami orbitkan secara nasional. Kami memberikan kesempatan rekaman single agar mereka memiliki karya sebagai langkah awal untuk menjadi bintang baru,” ujarnya.
Program ini turut didukung Kuya Music Entertainment sebagai partner.
Dengan kesempatan tampil, pengalaman recording, serta dukungan untuk menghasilkan single, City Mall Rising Stars 2026 menjadi salah satu ruang bagi penyanyi muda untuk mengenal lebih dekat dunia musik profesional.
Bagi para peserta, panggung Cibinong City Mall bukan sekadar tempat berkompetisi, melainkan titik awal untuk terus berlatih, menemukan karakter, membangun mental, dan membawa suara mereka lebih jauh ke hadapan publik.

0 Komentar